Kalteng Tak Sekadar Penyangga IKN

Senator Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id- Senator Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang menjadi narasumber pada kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Keluarga Mahasiswa Teknik Industri (KMTI), sekaligus seminar nasional. Materi yang disampaikan berkaitan dengan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan peranan yang dapat diberikan atas hadirnya IKN Nusantara.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng ini menyampaikan, Kalteng menjadi salah satu yang cukup dekat dengan wilayah Penajam Paser Utara, lokasi pembangunan IKN Nusantara. Kabupaten Barito Utara adalah wilayah yang paling dekat dengan lokasi IKN Nusantara.
Meskipun dekat, ujar Teras, Kalteng tetap memerlukan dukungan pemerintah pusat dalam hal pembangunan. Provinsi di Kalimantan yang dekat dengan IKN Nusantara, bukan hanya penyangga, tapi juga bagian dari IKN Nusantara yang harus diberikan perhatian, dilakukan pembangunan oleh pemerintah pusat. Apabila hanya dikatakan sebagai penyangga, tapi tidak dilakukan pembangunan dikhawatirkan menimbulkan ketegangan sosial.
“Saya sangat berharap, IKN Nusantara dalam hal pembangunannya dilakukan secara terencana dan terkendali. Sebagai contoh Jakarta Raya yang dibangun tidak terkendali, sementara beberapa daerah lainnya mengalami kondisi sosial yang tidak bagus. IKN Nusantara ke Kalimantan ini menghadirkan banyak tantangan,” kata Teras, saat menyampaikan materinya via zoom meeting, Senin (14/3).
IKN Nusantara, kata Gubernur Kalteng periode 2005-2015 ini, dibangun dengan sistem dan teknologi yang canggih. Pergeseran masyarakat tentu akan terjadi dalam skala yang tidak kecil. Kondisi ini tentu akan berdampak pada peningkatan dan perkembangan ekonomi masyarakat. Harapan besar, ekonomi yang berkembang terjadi di semua sektor, tidak hanya pada sektor tertentu, ataupun masyarakat tertentu saja.
Barito Utara adalah wilayah yang cukup dekat dengan Kalimantan Timur (Kaltim), kata Teras, bahkan berbatasan secara langsung. Barito Utara dimungkinkan untuk menjadi pintu gerbang antara Kalteng dan Kaltim, khususnya IKN Nusantara. Infrastruktur menuju IKN sekarang ini, masih sangat terbatas dan rusak. Diperlukan waktu 11 sampai 12 jam untuk menuju IKN Nusantara. Apabila diperbaiki, tentu waktu yang cukup singkat menuju IKN Nusantara.
Pembangunan IKN Nusantara, kata Teras, berjalan cukup panjang. Pemerintah daerah wajib melakukan antisipasi berupa penataan ruang. Kalteng jangan hanya sebatas menjadi penyangga, tapi juga berperan aktif sehingga memperoleh kemanfaatan dengan hadirnya IKN Nusantara.
Dikatakan, potensi yang dimiliki Kalteng cukup luas adalah kawasan hutan. Ada begitu banyak potensi pengembangan sumber daya alam (SDA) yang dapat berkontribusi di dalam IKN Nusantara. Perairan di Kalteng juga memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Ada 11 sungai besar yang berada di Kalteng, harus mampu dimanfaatkan dengan maksimal.
Kesimpulannya, kata Teras, pembangunan IKN Nusantara dilakukan secara bertahap dan memakan waktu yang cukup panjang. Tantangan yang dihadapi pun akan berkelanjutan. Diharapkan pengganti Joko Widodo, pembangunan IKN Nusantara dapat terus dilanjutkan dan dijalankan. Pembenahan sumber daya alam dan sumber daya manusia wajib untuk terus dilakukan, untuk mengambil peran dalam pembangunan IKN Nusantara ini.
Generasi muda khususnya mahasiswa, pesan Teras, perlu sebagai penyadartahuan peranannya. Tidak saja sebagai pelaku pembangunan di Kalteng, tapi juga sebagai pelaku aktif kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab itu, tingkatkan kualitas dan kompetensi untuk Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang lebih unggul, dan Indonesia yang berjaya. ded