PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Warga Kota Palangka Raya sempat dihebohkan dengan pesan berantai WhatsApp terkait adanya aksi pembegalan di Jalan Adonis Samad, pada Jumat (10/3) dini hari.
Dalam pesan itu disebutkan, aksi pembegalan dialami oleh Heru Supratekno (50) warga yang kebetulan melintas menggunakan sepeda motor.
Saat melapor, Supratekno mengaku dihadang oleh 3 orang dengan menggunakan satu kendaraan dan diancam menggunakan sebilah parang. Korban dikabarkan menderita kerugian sebesar Rp3 juta.
Menindaklanjuti laporan masyarakat yang viral, personel Polsek Pahandut segera melakukan penyelidikan. Hasilnya aksi pembegalan tersebut adalah berita bohong yang sengaja dibuat oleh Heru Supratekno.
“Hasil pemeriksaan anggota Reskrim, kejadian itu tidak ada. Hanya karangan dari korban untuk membohongi istri ya terkait masalah cicilan yang harus dibayar,” ucap Kapolsek Pahandut Kompol Saipul Anwar.
Atas tindakannya tersebut, Heru Supratekno kemudian dipanggil untuk diminta keterangan dan diberi pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.
“Saya Heru Supratekno meminta maaf kepada kepolisian atas berita bohong yang saya buat terkait kejadian pembegalan dan laporan palsu yang saya buat. Mohon maaf sebesar-besarnya,” aku Supratekno ketika berada di Polsek Pahandut. fwa